Entri Populer

Minggu, 10 Maret 2013

SISTEM SARAF PUSAT


Sistem saraf pusat (SSP) berfungsi menerima, memproses, menginterpretasikan, dan menyimpan informasi sensoris yang datang seperti informasi mengenai rasa, warna, suara, bau, tekanan pada kulit, kondisi organ internal dan lain-lain. Sistem saraf pusat juga mengirimkan pesan untuk otot, kelenjar, dan organ internal. Ini merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk melakukan hal, seperti berjalan, berbicara dan hal-hal tubuh kita tidak otomatis seperti bernapas dan mencerna makanan. Sistem saraf pusat juga terlibat dengan emosi kita, pikiran, dan memori. Sistem saraf pusat meliputi dua komponen yaitu otak (bahasa Latin: 'ensephalon') dan sumsum tulang belakang (bahasa Latin: 'medulla spinalis'). Kedua komponen itu merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.

1.     Otak

          Otak merupakan komponen yang pertama dari sistem saraf pusat, Otak (bahasa Inggris: encephalon’) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS’) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron.

          Otak terbentuk dari dua jenis sel yaitu glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada celah yang dikenal sebagai sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus miliar neuron.

Otak dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.

Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

1.    Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala. Di antara tulang kepala dengan duramater terdapat rongga epidural.

2.    Arachnoidea mater; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.

3.    Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak.

          Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

            Jika otak Anda sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh serta menunjang kesehatan mental Anda. Sebaliknya, apabila otak Anda terganggu, maka kesehatan tubuh dan mental Anda bisa ikut terganggu. Seandainya jantung atau paru-paru Anda berhenti bekerja selama beberapa menit, Anda masih bisa bertahan hidup. Namun jika otak Anda berhenti bekerja selama satu detik saja, maka tubuh Anda mati. Itulah mengapa otak disebut sebagai organ yang paling penting dari seluruh organ di tubuh manusia. Selain paling penting, otak juga merupakan organ yang paling rumit. Membahas tentang anatomi dan fungsi otak secara detail bisa memakan waktu berhari-hari.

Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1) . Otak besar (serebrum)           

            Serebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Serebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Serebrum mempunyai fungsi dalam pengaturan aktivitas mental yaitu membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, kepandaian (intelegensi), analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini. Serebrum merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

            Serebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Occipital dan Lobus Temporal.

Ø  Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.

Ø  Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.

Ø  Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.

Ø  Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.

          Selain dibagi menjadi 4 lobus, serebrum (otak besar) juga bisa dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya. Secara umum, belahan otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh.

          2). Otak kecil (serebellum)

          Otak Kecil (Serebellum) terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Serebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur

sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh. Serebellum juga menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.  Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi atau gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu mengancingkan baju.

3). Brainstem (Batang Otak)

          Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya.

          Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan buaya. Oleh karena itu, batang otak sering juga disebut dengan otak reptil. Otak reptil mengatur “perasaan teritorial” sebagai insting primitif. Contohnya kita akan merasa tidak nyaman atau terancam ketika orang yang tidak kita kenal terlalu dekat dengan kita.

Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Ø  Mesensephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin.  Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan juga merupakan pusat pendengaran.

Ø  Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.

Ø  Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.

          4). Limbic System (Sistem Limbik)

          Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak ibarat kerah baju. Limbik berasal dari bahasa latin yang berarti kerah. Bagian otak ini sama dimiliki juga oleh hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. Komponen limbik antara lain hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik. Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang. Bagian terpenting dari Limbik Sistem adalah Hipotalamus yang salah satu fungsinya adalah bagian memutuskan mana yang perlu mendapat perhatian dan mana yang tidak.

          Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran. Carl Gustav Jung  menyebutnya sebagai "Alam Bawah Sadar" atau ketidaksadaran kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang dan perilaku tulus lainnya. LeDoux mengistilahkan sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia, tempat bermuaranya cinta, penghargaan dan kejujuran.

·    Perlindungan dan Makanan untuk Otak

          Sel-sel glia membentuk jaringan ikat di dalam SSP serta menunjang neuron secara fisik dan metabolik. Otak diperlengkapi oleh beberapa perangkat pelindung, yang penting karena neuron tidak dapat membelah diri untuk mengganti sel yang rusak. Otak dibungkus dalam tiga lapisan membran protektif (menings) dan juga dikelilingi oleh pembungkus tulang yang keras. Cairan serebrospinalis mengalir di dalam dan di sekitar otak dan berfungsi sebagai bantalan bagi otak terhadap getaran. Proteksi terhadap cedera kimiawi dilaksanakan oleh sawar darah otak yang membatasi akses zat-zat di dalam darah ke otak. Otak bergantung pada pasokan darah konstan untuk penyampaian O2 dan glukosa karena otak tidak dapat menghasilkan ATP apabila kedua zat tersebut tidak tersedia.

·    Korteks Serebrum

          Korteks Serebrum adalah lapisan luar substansia grisea yang menutupi bagian tengah di bawahnya, yaitu substansia alba; substansia alba terdiri dari berkas-berkas serat saraf yang menghubungkan berbagai daerah di korteks dengan daerah lainnya. Korteks itu sendiri terutama terdiri dari badan sel saraf dan dendrit.

Tanggung jawab utama terhadap banyak fungsi tertentu diketahui berlokalisasi di daerah-daerah korteks tertentu: (1) lobus oksipitalis tempat korteks penglihatan; (2) lobus auditorius dijumpai di lobus temporalis; (3) lobus parietalis bertanggung jawab dalam penerimaan dan pengolahan perseptual masukan somatosensorik; dan (4) gerakan motorik voluter dijalankan oleh aktivitas lobus frontalis.

          Kemampuan berbahasa bergantung pada aktivitas terintegrasi dua daerah bahasa primer yang hanya terletak di hemisfer kiri. Daerah-daerah asosiasi adalah daerah korteks yang tidak secara spesifik ditugaskan untuk mengolah masukan sensorik atau memberi perintah motorik atau kemampuan berbahasa. Daerah-daerah ini merupakan penghubung integratif antara berbagai informasi sensorik dan tindakan bertujuan; mereka juga berperan sangat penting dalam fungsi-fungsi luhur otak, misalnya ingatan dan pengambilan keputusan.

2.     Sumsum tulang belakang

          Sumsum tulang belakang adalah komponen kedua dari sistem saraf pusat yang dapat ditemukan pada rongga tulang belakang. Sumsum tulang belakang berbentuk panjang, tipis, bundel tubular jaringan saraf dan sel dukungan yang membentang dari otak (yang medulla oblongata khusus). Sumsum tulang belakang dimulai pada tulang oksipital dan meluas ke ruang antara yang pertama dan kedua vertebra lumbal, ia tidak memperpanjang seluruh panjang kolom tulang belakang. Sumsum tulang belakang berkomunikasi dengan panca indera yang letaknya dari leher ke bawah.

          Sumsum tulang belakang memiliki tiga fungsi utama: (1) Sebagai saluran untuk informasi motor, yang bergerak ke sumsum tulang belakang. (2) Sebagai saluran untuk informasi sensorik, yang bergerak sampai sumsum tulang belakang. (3) Sebagai pusat koordinasi refleks tertentu.

·    Struktur

          Sumsum tulang belakang adalah jalur utama untuk informasi yang menghubungkan otak dan sistem saraf perifer. Panjang  sumsum ini sekitar 45 cm (18 in) pada pria dan sekitar 43 cm (17 in) pada wanita. Pembesaran rahim, terletak dari C3 untuk segmen tulang belakang T2, adalah di mana masukan sensorik berasal dari output motorik pergi ke lengan. Pembesaran lumbal, terletak antara L1 dan S3 segmen tulang belakang, menangani input sensoris dan keluaran motorik yang datang dari dan pergi ke kaki. Sumsum tulang belakang memiliki lebar bervariasi, mulai dari 1 / 2 inci tebal di daerah servikal dan lumbal untuk 1 / 4 inci tebal di daerah dada. Para melampirkan tulang ruas tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang yang relatif lebih pendek. Fungsi sumsum tulang belakang terutama dalam transmisi sinyal saraf antara otak dan seluruh tubuh, tetapi juga mengandung sirkuit saraf yang secara independen dapat mengontrol berbagai refleks dan generator pola pusat .

          Sumsum tulang belakang memiliki bentuk yang dikompresi dorso-ventrally, memberikan sebuah elips bentuk. Kabelnya memiliki alur di sisi dorsal dan ventral. Sulcus median posterior alur di sisi dorsal, dan fisura anterior median alur di sisi ventral. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih (white matter), subtansi putih terdiri dari akson bermielin. Sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu (gray matter), subtansi kelabu terdiri dari badan-badan sel dan dendrit. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor.

·         Segmen medula spinalis


Dalam SSP, badan sel saraf umumnya diorganisir ke dalam kelompok fungsional, yang disebut inti. Akson dalam SSP dikelompokkan ke dalam saluran.

Ada 33 segmen saraf sumsum tulang belakang dalam sumsum tulang belakang manusia:

·      8 serviks segmen membentuk 8 pasang saraf leher (tulang belakang C1 saraf tulang belakang keluar dari antara tulang belakang oksiput dan C1; C2 saraf keluar dari antara lengkung posterior vertebra C1 dan C2 lamina vertebra; C3-C8 saraf tulang belakang melalui IVF di atas vertebra cervica yang sesuai, dengan kecuali pasangan yang keluar melalui C8 IVF antara C7 dan T1 vertebra)

·      12 segmen toraks membentuk 12 pasang saraf toraks (keluar dari kolom tulang belakang melalui IVF bawah vertebra yang sesuai T1-T12)

·      5 segmen lumbal membentuk 5 pasang saraf lumbalis (keluar dari kolom tulang belakang melalui IVF, di bawah vertebra yang sesuai L1-L5)

·      5 sacral segmen membentuk 5 pasang saraf sakral (keluar dari kolom tulang belakang melalui IVF, di bawah vertebra yang sesuai S1-S5)

·      3 segmen coccygeal bergabung menjadi segmen tunggal membentuk 1 pasang saraf coccygeal (keluar dari kolom tulang belakang melalui hiatus sakral).

Setiap segmen mengirimkan informasi sensorik ke otak dan menerima perintah motorik dari otak. Apabila salah satu segmen ini dipotong, maka otak akan kehilangan sensasi dari segmen tersebut dan segmen-segmen setelahnya.

Ada dua daerah di mana sumsum tulang belakang membesar:

1.    Pembesaran serviks, kira-kira sesuai dengan pleksus brakialis saraf yang mempersarafi di ekstremitas atas . Ini mencakup segmen tulang belakang dari sekitar C4 ke T1. Tingkat pembesaran vertebral adalah kira-kira sama (C4 ke T1).

2.    Pembesaran lumbosakral, sesuai dengan pleksus lumbosakral saraf, yang mempersarafi di ekstremitas bawah . Ini terdiri dari segmen tulang belakang dari L2 ke S3 dan ditemukan tentang tingkat vertebral T9 untuk T12.

·      Somatosensori organisasi


Somatosensori organisasi dibagi ke dalam saluran lemniscus dorsal kolom-medial (sentuhan / proprioception jalur / getaran sensorik) dan sistem anterolateral/ALS (jalur nyeri / suhu sensorik). Kedua jalur sensorik menggunakan tiga neuron yang berbeda untuk mendapatkan informasi dari reseptor sensorik di pinggiran ke korteks serebral . Neuron yang ditunjuk primer, neuron sensorik sekunder dan tersier. Dalam kedua jalur, tubuh neuron sensorik primer sel ditemukan dalam ganglia akar dorsal , dan pusat mereka akson proyek ke sumsum tulang belakang.

·      Bermotor organisasi

Para saluran kortikospinalis berfungsi sebagai jalur motor untuk sinyal saraf motorik atas berasal dari korteks serebral dan dari inti batang otak motorik primitif. Inti otak tengah termasuk saluran motorik empat yang mengirimkan akson saraf motorik atas bawah sumsum tulang belakang untuk motor neuron yang lebih rendah. Ini adalah saluran rubrospinal , yang saluran vestibulospinal , yang saluran tectospinal dan saluran reticulospinal . Saluran rubrospinal turun dengan saluran kortikospinalis lateral, dan tiga sisanya turun dengan saluran kortikospinalis anterior.

Fungsi neuron motorik yang lebih rendah dapat dibagi menjadi dua kelompok yang berbeda: kortikospinalis saluran lateral dan anterior saluran tulang belakang kortikal. Saluran lateral yang berisi neuron motorik atas akson yang sinaps pada dorsal lateral (DL) neuron motor lebih rendah. DL neuron terlibat dalam distal ekstremitas kontrol. Oleh karena itu, neuron khusus DL ditemukan hanya dalam pembesaran leher rahim dan lumbosaccral dalam sumsum tulang belakang. Tidak ada decussation dalam saluran kortikospinalis lateralis setelah decussation di piramida meduler.

·      Traktat spinocerebellar


Proprioseptif informasi dalam tubuh perjalanan sampai sumsum tulang belakang melalui tiga saluran. Di bawah L2, informasi proprioseptif perjalanan sampai sumsum tulang belakang dalam saluran spinocerebellar ventral, juga dikenal sebagai saluran spinocerebellar anterior, reseptor sensorik mengambil informasi dan perjalanan ke sumsum tulang belakang. Badan sel neuron ini primer terletak di ganglia akar dorsal . Di sumsum tulang belakang, sinaps saraf akson dan sekunder akson decussates dan kemudian perjalanan ke pedunculus cerebellar unggul dimana mereka decussate lagi. Dari sini, informasi yang dibawa ke inti yang mendalam dari otak kecil termasuk fastigial dan inti sela .

·      Cedera


Cedera tulang belakang dapat disebabkan oleh trauma ke kolom tulang belakang (peregangan, memar, menerapkan tekanan, memutus, laserasi, dll). Tulang-tulang vertebral atau disk intervertebralis dapat menghancurkan, menyebabkan sumsum tulang belakang akan tertusuk oleh sebuah fragmen tajam tulang . Biasanya, korban cedera tulang belakang akan menderita hilangnya rasa pada bagian tertentu dari tubuh mereka. Dalam kasus ringan, korban mungkin hanya menderita kehilangan tangan atau fungsi kaki. Cedera lebih parah dapat menyebabkan paraplegia , tetraplegia (juga dikenal sebagai quadriplegia), atau tubuh penuh kelumpuhan bawah situs cedera pada saraf tulang belakang.

Kerusakan atas akson neuron motor dalam sumsum tulang belakang hasil dalam pola karakteristik defisit ipsilateral. Ini termasuk hyperreflexia , hypertonia dan kelemahan otot. Lebih rendah kerusakan saraf motorik hasil dalam pola karakteristik sendiri defisit. Bukannya seluruh sisi defisit, ada pola yang berhubungan dengan myotome terpengaruh oleh kerusakan. Selain itu, neuron motorik bawah ditandai dengan kelemahan otot, hipotonia , hyporeflexia dan atrofi otot .

Syok spinal dan syok neurogenik dapat terjadi dari cedera tulang belakang. Syok spinal biasanya bersifat sementara, hanya berlangsung selama 24-48 jam, dan merupakan sementara absen fungsi sensorik dan motorik. Syok neurogenik berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan hilangnya otot karena tidak digunakannya otot-otot di bawah situs cedera.

Dua bidang sumsum tulang belakang yang paling sering cedera adalah tulang belakang leher (C1-C7) dan tulang belakang lumbal (L1-L5). (The C1 notasi, C7, L1, L5 mengacu pada lokasi tertentu vertebra di daerah leher rahim baik, toraks, atau lumbal tulang belakang.)

 

Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:
1.
badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat

Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih.

3.   Jenis penyakit


Ensefalitis adalah suatu peradangan dari otak. Hal ini biasanya disebabkan oleh zat asing atau infeksi virus . Gejala untuk penyakit ini termasuk: sakit kepala, sakit leher, mengantuk, mual, dan demam. Jika disebabkan oleh virus West Nile, mungkin mematikan bagi manusia, serta burung dan kuda.


          Meningitis adalah peradangan pada meninges (membran) dari otak dan sumsum tulang belakang. Hal ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Demam, muntah, dan leher kaku semua gejala meningitis.


          Alzheimer adalah neurodegenerative penyakit biasanya ditemukan pada orang di atas usia 65 tahun. Di seluruh dunia, sekitar 24 juta orang telah demensia , 60% dari kasus-kasus ini karena Alzheimer. Penyebab utama tidak diketahui. Tanda klinis Alzheimer adalah kerusakan kognisi progresif.


          Parkinson mempengaruhi keterampilan motorik dan berbicara. Gejala mungkin termasuk bradikinesia (gerakan fisik lambat), kekakuan otot, dan tremor. Perilaku, pemikiran, dan sensasi gangguan non-motor gejala.

4.   Penyebab

Ø Trauma : Setiap jenis cedera otak traumatis (TBI) atau cedera dilakukan ke sumsum tulang belakang dapat mengakibatkan spektrum yang luas dari cacat dalam diri seseorang. Tergantung pada bagian otak atau sumsum tulang belakang yang menderita trauma hasilnya dapat diantisipasi.

Ø Infeksi : Penyakit menular yang ditransmisikan dalam beberapa cara. Beberapa dari infeksi ini dapat mempengaruhi otak atau sumsum tulang belakang secara langsung. Umumnya, sebuah infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh invasi organisme mikro-atau virus.

Ø Degenerasi : Gangguan tulang belakang degeneratif melibatkan hilangnya fungsi di tulang belakang. Tekanan pada saraf tulang belakang dan saraf mungkin terkait dengan herniasi atau perpindahan disk. Degenerasi otak juga menyebabkan penyakit sistem saraf pusat. Penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas orang mungkin memiliki degenerasi parah di otak karena hilangnya jaringan yang mempengaruhi kognisi .

5.   Tanda dan gejala

Setiap penyakit yang berbeda memiliki tanda-tanda dan gejala . Beberapa termasuk: sakit kepala terus-menerus, kehilangan perasaan, kehilangan memori, kehilangan kekuatan otot, tremor , kejang, dan bicara cadel. Satu harus mencari perhatian medis jika terpengaruh oleh.

6.   Pengobatan

Ada berbagai macam pengobatan untuk penyakit sistem saraf pusat. Ini dapat berkisar dari operasi untuk rehabilitasi obat atau diresepkan.

 

 

 

Carole Wade dan Carol Tavris, 2007:112. Psikologi, edisi ke-9. Jakarta: Erlangga.

J. W. Kalat, 2010:116. Biopsikologi, edisi ke-9. Jakarta: Salemba Humanika.





 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar